Legal Problems of Unregistered Marriage in Indonesia: Juridical Consequences, Civil Registration Instruments, and Policy Implications in Riau Province

Authors

DOI:

https://doi.org/10.66277/uijifla.1.1.1

Keywords:

Unregistered Marriage, Driving Factors, Legal Implications, Protection of Woman and Children

Abstract

This study examines the factors driving nikah siri (unregistered marriage) in Indonesia, and the effectiveness of civil registration instruments and remedies, with particular reference to Riau Province. It analyzes the gap between religious validity and state legal recognition and identifies policy reforms to reduce unregistered marriages. Employing a normative-juridical doctrinal design, the study applies statute and conceptual approaches. Primary legal materials comprise Law No. 1 of 1974 on Marriage, Law No. 24 of 2013 on Population Administration, the Compilation of Islamic Law, and Ministry of Home Affairs Regulation No. 9 of 2016. Secondary materials comprise BPS reports, peer-reviewed articles, scholarly books, and court decisions concerning itsbat nikah. Data are analyzed through qualitative-descriptive analysis and deductive reasoning. The findings identify three interrelated drivers: economic constraints, particularly perceptions of registration costs; administrative barriers, including bureaucratic complexity and limited accessibility; and psychosocial pressures, especially stigma associated with out-of-wedlock pregnancy. The consequences are significant: wives may lose access to alimony, marital property, and inheritance rights, while children may experience limitations concerning paternal lineage and recognition. Civil registration mechanisms, including the “unregistered marriage” status in the Family Card (KK) and the Absolute Statement of Responsibility (SPTJM), offer only partial administrative protection and do not confer state legal recognition. Despite the absence of empirical fieldwork, this study provides an integrated analysis of structural drivers, juridical consequences, and legal protection, supporting evidence-based reforms to harmonize religious and state legal systems and strengthen protection for women and children.

[Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang mendorong terjadinya nikah siri (perkawinan tidak tercatat) di Indonesia serta efektivitas instrumen pencatatan sipil dan upaya hukum, dengan fokus khusus pada Provinsi Riau. Penelitian ini menganalisis kesenjangan antara keabsahan perkawinan menurut agama dan pengakuan hukum negara serta mengidentifikasi reformasi kebijakan untuk mengurangi praktik perkawinan tidak tercatat. Penelitian ini menggunakan desain doktrinal yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum primer meliputi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, Kompilasi Hukum Islam, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2016. Bahan sekunder mencakup laporan BPS, artikel ilmiah yang ditelaah sejawat, buku akademik, dan putusan pengadilan mengenai itsbat nikah. Data dianalisis melalui analisis deskriptif-kualitatif dan penalaran deduktif. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga faktor yang saling berkaitan dalam mendorong nikah siri, yaitu kendala ekonomi, khususnya persepsi mengenai biaya pencatatan; hambatan administratif, termasuk kompleksitas birokrasi dan keterbatasan aksesibilitas; serta tekanan psikososial, terutama stigma yang berkaitan dengan kehamilan di luar perkawinan. Konsekuensinya bersifat signifikan: istri dapat kehilangan akses terhadap nafkah, harta bersama, dan hak waris, sedangkan anak dapat mengalami keterbatasan dalam hal hubungan nasab dengan ayah dan pengakuan hukum. Mekanisme pencatatan sipil, termasuk pencantuman status “perkawinan belum tercatat” dalam Kartu Keluarga (KK) dan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), hanya memberikan perlindungan administratif secara terbatas dan tidak memberikan pengakuan hukum negara terhadap perkawinan. Meskipun penelitian ini tidak mencakup penelitian lapangan empiris, penelitian ini memberikan analisis integratif mengenai faktor struktural, konsekuensi yuridis, dan perlindungan hukum, serta mendukung reformasi berbasis bukti untuk menyelaraskan sistem hukum agama dan negara sekaligus memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak.]

References

Akmal, Andi Muhammad, and Mulham Jaki Asti. “Problematika Nikah Siri, Nikah Online dan Talak Siri serta Implikasi Hukumnya dalam Fikih Nikah.” Al-Risalah Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum 1, no. 1 (2021): 45. https://doi.org/10.24252/al-risalah.v1i1.22247.

Alif Utama, Daffa, Endah Pujiastuti, and Dian Septiandani. “Penerbitan Kartu Keluarga Bagi Pasangan Nikah Siri dan Akibat Hukumnya terhadap Para Pihak.” Jurnal Usm Law Review 5, no. 2 (2023): 819–31. https://doi.org/10.26623/julr.v5i2.5922.

Aribbillah, Ilhammuddin, Nadi Putra, Zia Ulfuat, and Hisam Abdillah. “Legalitas dan Pengakuan Perkawinan Siri dalam Perspektif Hukum Keluarga di Era Digital.” Al Fuadiy: Journal of Islamic Family Law 7, no. 01 (2025). https://doi.org/10.55606/af.v6i2.

Arifin, Samsul, and Aly Maschan Moesa. “Tinjauan Yuridis terhadap Status Anak dari Nikah Siri dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif.” Rewang Rencang : Jurnal Hukum Lex Generalis 6, no. 6 (2025): 1–18. https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i6.1262.

Asman, Asman. “Marginalisasi Perempuan dalam Problematika Legalitas Nikah Siri di Indonesia.” Al-Mashlahah Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial 12, no. 02 (2024): 205–16. https://doi.org/10.30868/am.v12i02.7457.

Asyhari. “Analisis Perilaku Nikah Siri Masyarakat Pamekasan Sebelum Akad Nikah di Hadapan Pejabat KUA.” Al-Manhaj: Journal of Indonesian Islamic Family Law 3, no. 2 (2022): 191–202. https://doi.org/10.19105/al-manhaj.v3i2.5572.

Aulia, Muhammad Radhi, Zamakhsyari bin Hasballah Thaib, and Rosnidar Sembiring. “Akibat Hukum Penetapan Itsbat Nikah terhadap Perkawinan Tidak Tercatat (Studi di Kabupaten Aceh Singkil).” Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis 6, no. 6 (2025): 1–34.

Aziz, Muhammad Abdul, Muhammad Dawam Anwar, Muhammad Naufal Zainul H, and Muhammad Luthfi Cahyadi. “Sosialisasi Nikah Siri dan Talak Siri untuk Menjaga Keluarga dengan Kepastian Hukum di Majelis Ta’lim Nurul Islam Karawang.” ETDC Indonesia: Jurnal Abdimas Patikala 4, no. 3 (2025): 1187–90. https://doi.org/10.51574/patikala.v4i3.2342.

Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. “Nikah Dan Cerai Menurut Kabupaten/Kota (Kejadian) Di Provinsi Riau,” 2025.

Bestari, Anisa, Zahirman, and Supentri. “Factors that Lead to Marriage Siri in the District Kampar.” Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau 4, no. 1 (2017): 1–10.

Damasynta, Anisya Devi Aprilia. “Kedudukan Hukum Istri Siri dan Anak Hasil dari Perkawinan Siri dalam Pembagian Waris yang Berbasis Keadilan.” Thesis: Universitas Islam Sultan Agung, 2021.

Devinda, Dinda, Nurul Asiya Nadhifah, and M Zainul Arifin. “Implikasi Kebijakan Penerbitan Kartu Keluarga Bagi Nikah Siri terhadap UU No . 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.” Al-Mustla : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman dan Kemasyarakatan 6, no. 1 (2024): 529–46. https://doi.org/10.46870/jstain.v6i2.

Dewi, Santika. “Peran Kantor Urusan Agama ( Kua ) dalam Meminimalisir Praktik Nikah Siri.” Jurnal Private Law Fakultas Hukum Universitas Mataram 4, no. 2 (2024): 298–306. https://doi.org/10.29303/prlw.v4i2.4849.

Dwi, Elsa, Aryana Ramadhani, Khalid Abd Aziz, Mifta Ghulam Faridh, Muhammad Ikhsan, Nur Hidayah, Muh Taufiq Qurrahman, et al. “Transformasi Pernikahan Siri Ke Resmi : Impilikasi Hukum , Status Anak , dan Legitimasi di Mata Negara (Studi Kasus KUA Kecamatan Mamajang)” 3 (2025): 1–5. https://doi.org/10.5281/zenodo.15854827.

Dwiasa, Gema Mahardhika, K. N. Sofyan Hasan, and Achmad Syarifudin. “Fungsi Itsbat Nikah terhadap Isteri yang Dinikahi secara Tidak Tercatat (Nikah Siri) Apabila Terjadi Perceraian.” Repertorium : Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan 7, no. 1 (2019): 15. https://doi.org/10.28946/rpt.v7i1.265.

Fahmi Arifuddin, Yadi, and Dedeh Siti Sutarsih. “Dampak Pernikahan Siri terhadap Keharmonisan Rumah Tangga menurut Perspektif Maqasid Syariah.” El ’Aailah: Jurnal Kajian Hukum Keluarga 1, no. 2 (2022): 33–47. https://doi.org/10.59270/aailah.v1i2.115.

Faiz, Ahmad. “Penetapan Isbat Nikah terhadap Perkawinan yang Tidak Tercatat di Kantor Urusan Agama dan Implikasi Hukumnya terhadap Status Hukum Suami Istri dan Anak (Studi Kasus Penetapan Pengadilan Agama Jakarta Selatan Nomor 879/PDT.P/2021/PA.JS).” Arus Jurnal Sosial dan Humaniora ( AJSH ) 5, no. 2 (2025): 2525–33. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1524.

Faizah, Nur, M Zamroni, and Dhofirul Yahya. “Kedudukan Hukum Anak dari Hubungan Nikah Siri Berdasarkan Kompilasi Hukum Islam.” Publishing: Indonesian Journal of Law and Justice 2, no. 4 (2025): 1–12. https://doi.org/10.47134/ijlj.v2i4.4133.

Fauzi, Ahmad. “Isbat Nikah Solusi Bagi Nikah Siri.” SOSAINS: Jurnal Sosial dan Sains 1, no. 9 (2021): 978–84. https://doi.org/10.36418/sosains.v1i9.192.

Firdaus, Muhammad Rizal, and Ali Maskur. “Pernikahan Sirri dalam Perspektif Hukum Islam dan Pencatatan Perkawinan menurut Ketentuan yang Berlaku di Indonesia (Hukum Positif).” Isti’dal: Jurnal Studi Hukum Islam 11, no. 1 (2024). https://doi.org/10.34001/ijshi.v11i1.6418.

Gutji, Hasuan. “Urgensi Penerapan Sistem Informasi Manajemen Nikah (Simkah) di KUA Se-Kota Manado.” I’TISHAM: Journal Islamic Law and Economics 1, no. 2 (2021): 129–39.

Hasanah, Nurhayatul, and Niskaromah. “The Phenomenon of Siri Marriage in Indonesia: A Review of Munakahat Fiqh.” Zabags Internasional Journal Of Islamic Studies 2, no. 1 (2025): 8–14. https://doi.org/10.61233/zijis.v2i1.14.

Hidayad, Taufiq. “Tinjauan Kesadaran Hukum terhadap Praktik Nikah Siri (Studi di Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi).” Thesis: Institut Agama Islam Negeri Ponogoro, 2025.

Kharisudin. “Nikah Siri dalam Perspektif Kompilasi Hukum Islam dan Undang-Undang Perkawinan Indonesia.” Perspektif: Kajian Masalah Hukum dan Pembangunan 26, no. 1 (2021): 48–56. https://doi.org/10.30742/perspektif.v26i1.791.

Khoiroh, Muflikhatul, Imran Mustafa, and Mila Rosyidah. “Analisis Hukum Islam terhadap Perkawinan Sirri di Ketegan, Sepanjang, Sidoarjo.” Al-Hukama: The Indonesian Journal of Islamic Family Law 12, no. 1 (2022). https://doi.org/10.15642/alhukama.2022.12.1.61-93.

Liwa, Maria Ana, Eli Tri Kursiswanti, and Yanuel Albert Faisan. “Efektifitas Penegakan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan terhadap Pernikahan Siri.” Collegium Studiosum Journal 5, no. 1 (2022): 31–38. https://doi.org/10.56301/csj.v5i1.496.

Maulana, Haffiz. “Dampak Dari Pernikahan Sirri (Studi Kasus Di Kecamatan Kuantan Mudik).” Thesis: Universitas negeri Sultan Syarif Kasim, 2022.

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Percepatan Peningkatan Cakupan Kepemilikan Akta Kelahiran (2016).

Nelli, Jumni. Perkawinan di Bawah Umur dan Siri dalam Hukum Perdata Islam di Indonesia. 1st ed. Yogyakarta: Kalimedia, 2022.

———. “The Problems of Siri Marriage for Women in Tambang District, Kampar Regency: A Gender Swot Analysis Study.” Al-Istinbath 7, no. 2 (2022): 569–94. https://doi.org/10.29240/JHI.V7I2.4740.

Ningrum, Fitria Wahyu. “Nikah Siri dan Dampaknya terhadap Hak Perempuan dan Anak dalam Itsbat Nikah.” Tadkhirah: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah 2, no. 1 (2025): 60–72. https://doi.org/10.59841/tadhkirah.v2i1.85.

Paputungan, Suharyono, Roy Marthen Moonti and Ibrahim Ahmad. “Penetapan Isbat Nikah di Bawah Umur dan Pencatatannya di Kantor Urusan Agama.” Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik dan Hukum Indonesia 2, no. 1 (2025): 165–78. https://doi.org/10.62383/amandemen.v2i1.717.

Prayuda, M Kharisma. “Perluasan Pemanfaatan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) Bagi Pasangan Nikah Siri dalam Mewujudkan Kepastian dan Keadilan Hukum Expanding.” Bustanul Fuqaha: Jurnal Bidang Hukum Islam 6, no. 2 (2025): 420–34. https://doi.org/10.36701/bustanul.v6i2.2336.

Rahimah, Khusnul. “Legalisasi Nikah Sirih melalui Permohonan Itsbat Nikah di Pengadilan Agama Bima.” Thesis: Universitas Muhammadiyah Malang, 2024.

Roziqin, Moch Khoirur, and Khoirul Anwar. “Pemenuhan Hak Anak dalam Penerbitan Kartu Keluarga Bagi Pasangan Nikah Siri Perspektif Permendagri No. 9 Tahun 2016 dan Maqāṣid Asy-Sharīʻah.” USRATUNA: Jurnal Hukum Keluarga Islam 07, no. 9 (2023): 23–57. https://doi.org/10.65356/usratuna.v7i1.505.

Samiun, Abdul Rajab. “Peran Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tamalate Kota Makassar dalam Mengatasi Nikah Siri.” AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin 2, no. 1 (2025): 768–80. https://doi.org/10.71282/at-taklim.v2i1.106.

Simamora, Hospirene Theresia, and Marjan Tusang. “Akibat Hukum Perkawinan Tidak Tercatat (Nikah Siri) terhadap Kedudukan Anak dan Harta Kekayaan.” Animha Law Journal 2, no. 1 (2025): 53–68. https://doi.org/10.65675/alj.v2i1.196.

Syamdan, Addin Daniar, Djumadi Purwoatmodjo. “Aspek Hukum Perkawinan Siri dan Akibat Hukumnya.” Notarius 12, no. 1 (2019): 452–66. https://doi.org/10.14710/nts.v12i1.28897.

Tahir, Juraeri, A. Qadir Gassing HT, Achmad Abubakar, and Kasjim Salenda. “Faktor-Faktor Penyebab Nikah Siri di Sulawesi Barat.” Jurnal Diskursus Islam 05, no. 2 (2017): 83–102. https://doi.org/10.24252/jdi.v5i2.7083.

Downloads

Published

2026-06-25

How to Cite

Berliano Arrasyid, Naslang Pae, and Nadia Hilali Zahra. 2026. “Legal Problems of Unregistered Marriage in Indonesia: Juridical Consequences, Civil Registration Instruments, and Policy Implications in Riau Province”. Usriyyat: Indonesian Journal of Islamic Family Law 1 (1): 22-39. https://doi.org/10.66277/uijifla.1.1.1.